Pasar Faktor Produksi
1. Pengertian
Pasar Faktor Produksi atau yang biasa disebut Pasar
Input adalah pasar yang menyediakan berbagai faktor produksi yaitu sumber daya
alam, sumber daya manusia, modal dan skill/keahlian.
Ciri-ciri Pasar Input :
a)
Tidak berwujud fisik tetapi kegiatan
b)
Permintaan dan penawaran faktor produksi dilakukan
dalam jumlah besar
c)
Jenis penawaran dan permintaan faktor produksi sesuai
dengan produksi yg dihasilkan
d)
Penawaran faktor kadang merupakan monopoli sedangkan
permintaan faktor produksi bersifat kolektif.
2. Macam-macam
Pasar Faktor Produksi
1.
Pasar
Sumber Daya Alam (Tanah)
2.
Pasar sumber daya manusia (Tenaga Kerja)
3.
Pasar Modal
4.
Pasar faktor produksi kewirausahaan/skill/keahlian
Keseimbangan
perusahaan dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi produksi dan sisi penggunaan
faktor produksi. Dalam upaya mencapai laba maksimum atau kerugian minimum,
jumlah output yang diproduksi dan tingkat harga yang ditetapkan tergantung pada
posisi perusahaan dalam pasar.
Untuk
memproduksi barang dan jasa perusahaan membutuhkan beberapa faktor produksi
pokok, yaitu :
·
Tenaga kerja, dengan balas jasa berupa
upah atau gaji (wage/salary)
·
Barang modal (mesin dan tanah), dengan
balas jasa berupa sewa (rent)
·
Uang dengan balas jasa berupa bunga
(interest)
1. Konsep
– konsep dasar
Beberapa konsep dasar yang harus diketahui untuk
analisis faktor produksi adalah
·
Faktor produksi sebagai permintaan
turunan (derived
demand) hubungan antara faktor produksi (substitusi atau komplemen)
·
Hukum pertambahan hasil yang makin
menurun (the
law
of diminishing
return)
·
Efek substitusi dan efek output (substitution and output effect)
2.
Faktor
– faktor penentu permintaan terhadap faktor produksi (input demand faktors)
·
Harga faktor produksi
·
Permintaan terhadap output
·
Permintaan terhadap faktor produksi lain
·
Harga faktor produksi lain
·
Kemajuan teknologi
3. Penawaran
faktor produksi
Ada
perbedaan yang mencolok antara penawaran tenaga kerja dan penawaran tanah.
Penawaran tanah bersifat inelastis sempurna, karena jumlah tanah terbatas.
Apalagi bila dikaitkan dengan kriteria kesuburan dan lokasi tanah, karena itu
kurva penawaran tanah tegak lurus sejajar sumbu harga. Penawaran tenaga kerja
adalah total jumlah keinginan kerja (jam kerja) yang diberikan oleh seluruh
individu yang ingin bekerja (angkatan kerja) yang ada dalam pasar.
4. Pasar
tenaga kerja bersruktur persaingan sempurna (perfect competition labour market)
Dalam pasar tenaga kerja persaingan
sempurna, pembeli (perusahaan) maupun penjual (pemilik faktor produksi atau
tenaga kerja) tidak dapat mempengaruhi harga pasar.
·
Perminntaan tenaga kerja dalam model
satu faktor produksi variabel (one variable input model) adalah model permintaan tenaga kerja yang dapat
diubah-ubah jumlah penggunaan nya. Keputusan penggunaan tenaga kerja oleh
perusahaan ditentukan dengan membandingkan biaya marginal dari penambahan satu
tenaga kerja.

·
Permintaan tenaga kerja dalam model
beberapa faktor produksi variabel (multi variabels input model), model ini melonggarkan asumsi di atas. Dengan
demikian penambahan penggunaan tenaga kerja dapat di imbangin dengan penambahan
sektor produksi lainnya (mesin).

5. Pasar
tenaga kerja berstruktur monopoli (monopolistic labour market)
Tenaga kerja dapat memiliki daya
monopoli faktor produksi, misalnya dengan membentuk serikat pekerja (labour
union). Dengan daya monopoli, serikat pekerja dapat menentukan beberapa tingkat
upah sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

6. Monopsoni
(monopsony)
Monopsoni (monopsony) adalah suatu
keadaan dimana dalam pasar faktor produksi (tenaga kerja) hanya ada satu
pembeli (single buyer). Karena posisi nya sebagai pembeli tunggal, monopsonis
(pemilik daya monopsoni) mempunyai kemampuan menentukan upah.

7. Monopoli
bilateral (bilateral monopoly)
Kondisi monopoli bilateral (
bilateral monopoly) terjadi bila pekerja memiliki daya monopoli, misalnya
melalui serikat perkerja, sementara perusahaan memiliki daya monopsoni. Dalam
keadaan demikian tingkat upah ditentukan melalui perundingan antara serikat
pekerja dan perusahaan.

8. Pasar
tanah (land market)
David richardo (ekonom inggris abad
19) adalah ekonom pertama yang membahas mekanisme penentuan harga sewa tanah
untuk pertanian menurutnya, harga sewa tanah sangat ditentukan oleh tingkat
produktivitas tanah. Makin produkfif (subur), harga sewa tanah makin mahal.
Selanjutnya dia juga mengatakan bahwa tanah yang pertama kali digunakan adalah
tanah yang paling subur.



0 komentar:
Posting Komentar